KERTAS KERJA AUDIT



Dokumentasi bukti audit disediakan dalam kertas kerja SAS 41, PSA 15, dan kertas kerja (AU 339.03). menyebutkan bahwa kertas kerja adalah catatan yang disimpan oleh auditor tentang prosedur audit yang diterapkan, pengujian yang dilaksanakan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan tentang masalah yang dicapai dalam audit.
Kertas kerja terutama berfungsi untuk :
-       Menyediakan penunjang utama bagi laporan audit.
-       Membantu auditor dalam melaksanakan dan mensupervisi audit.
-       Menjadi bukti bahwa audit telah dilaksanakan sesuai dengan standar auditing.
Kertas kerja harus dirancang sesuai dengan kebutuhan pada setiap penugasan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor mengenai kuantitas, bentuk, dan isi kertas kerja untuk perikatan tertentu mencakup:
Sifat perikatan auditor
-          Sifat laporan auditor
-          Sifat laporan keuangan, daftar, dan keterangan yang perlu bagi auditor dalam pembuatan laporan.
-          Sifat dan kondisi catatan klien
-          Tingkat resiko pengendalian taksiran
-          Kebutuhan dalam keadaan tertentu untuk mengadakan supervisi dan review atas pekerjaan yang dilakukan para asisten.


JENIS-JENIS KERTAS KERJA
Berbagai jenis kertas kerja dibuat auditor selama audit berlangsung. Kertas kerja tersebut terdiri dari :
-       Kertas kerja neraca saldo (working trial balance)
-       Skedul dan analisis (schedule and analysis)
-       Memorandum audit dan dokumentasi informasi penguat.
-       Jurnal penyesuaian dan reklasifikasi,


Kertas kerja bisa dibuat secara manual (ditulis tangan) atau dengan menggunakan komputer.

1.      Kertas kerja neraca saldo.
Kertas kerja neraca saldo merupakan kertas kerja yang paling penting di dalam audit karena :
-       Merupakan penghubung antara rekening-rekening buku besar klien dengan pos-pos yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
-       Merupakan pengontrol atas kertas-kertas kerja yang lain.
-       Memberi petunjuk pada kertas kerja yang mana dimuat bukti audit untuk setiap pos laporan keuangan.
Hubungan antara akun kas yang terdapat dalam kertas kerja neraca saldo Omni inc. (kertas kerja AA-1) dan penyajian kas dalam neraca digambarkan pada bagian paling bawah pada gambar tersebut. Perangkat lunak yang dihasilkan mcrocomputer yang digunakan untuk menghasilkan kertas kerja akan menghubungkan secara elektronik kertas kerja AA-1,A,A-1,A-2, dan AE-1.
2.      Skedul dan analisis.
Istilah skedul kertas kerja dan analisis kertas kerja digunakan secara bergantian untuk menggambarkan setiap kertas kerja yang memuat bukti yang mendukung item-item dalam kertas kerja neraca saldo. Beberapa akun buku besar bila digabungkan untuk tujuan pelaporan maka perlu dibuat skedul kelompok atau skedul utama. Selain menunjukkan akun masing-masing buku besar, skedul utama juga mengidentifikasi skedul atau analisis kertas kerja individu yang memuat bukti audit yang diperoleh untuk masing-masing akun dalam kelompok tersebut.
Setiap skedul atau analisis seringkali menunjukkan komposisi saldo akun pada tanggal neraca seperti pada contoh 6-11 A-1.
3.      Memorandum audit dan informasi penguat.
Memorandum audit adalah data tertulis yang dibuat oleh auditor dalam bentuk uraian. Memo bisa berupa komentar atas pelaksanaan prosedur audit dan kesimpulan yang dicapai. Memoranda meliputi komentar-komentar atas pelaksanaan prosedur-prosedur audit yang meliputi lingkup pekerjaan, temmuan-temuan dan kesimpulan audit. Sebagai contoh auditor dapat menulis sebuah memo yang berisikan ikhtisar dari lingkup konfirmasi, tanggapan konfirmasi, temuan-temuan, dan kesimpulan audit berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh.
Untuk informsi penguat terdiri dari ringkasan atau intisari noutulen rapat dewan komisaris, jawaban konfirmasi, representasi tertulis dari manajemen dan ahli dari luar dan yang terkahir adalah salinan kontrak-kontrak penting.
4.      Jurnal penyesuaian dan reklasifikasi.
Jurnal penyesuaian audit adalah koreksi atas kekeliruan, penghilangan, atau kesalahan penerapan prinsip akuntansi yang dilakukan oleh klien. Sedangkan jurnal reklasifikasi berkaitan dengan penyajian saldo-saldo yang benar dalam laporan keuangan secara baik.keduanya sama-sama dilakukan untuk hal-hal yang berdampak material. Setiap ayat jurnal yang dianggap material oleh auditor dan diusulkan dalam kertas kerja, harus ditunjukkan dalam skedul atau analisis dari setiap akun yang mempengaruhi, setiap skedul utama yang dipengaruhi, ikhtisar terpisah dari ayat jurnal penyesuaian dan reklasifikasi yang diusulkan, serta kertas kerja neraca saldo.

PENYUSUNAN KERTAS KERJA
Dalam pembuatan kertas kerja, ada beberapa tekhnik dan mekanisme yang lazim digunakan oleh para auditor. Antara lain adalah :
-       Judul : setiap kertas kerja harus berisi nama klien, judul yang jelas menunjukkan isi kertas kerja yang bersangkutan.
-       Nomor index : setiap kertas kerja harus diberi index atau nomor referensi untuk tujuan identifikasi atau pengarsipan.
-       Referensi-silang : data dalam suatu kertas kerja yang diambil dari kertas kerja lain atau dipindahkan atau dibawa ke kertas kerja lain, harus diberi referensi silang dengan nomor index dari kertas-kertas kerja tersebut. Seperti contoh 6-11
-       Tanda koreksi ( tick marks) : tanda pengerjaan atau tick mark adalah simbol, seperti tanda silang, centang, atau simbol lainnya, yang digunakan pada kertas kerja untuk menunjukkan bahwa auditor telah melakukan prosedur audit tertentu pada bagian yang diberi tanda pengerjaan, atau bahwa tambahan informasi tentang sesuatu hal terdapat pada kertas kerja lain yang ditunjukkan oleh tanda pengerjaan yang bersangkutan.
-       Tanda tangan dan tanggal: setelah menyelesaikan tugasnya, penyusun maupun pe-review kertas kerja tersebut harus membubuhkan paraf dan tanggal pada kertas kerja tersebut. Hal itu diperlukan untuk menetapkan tanggung jawab atas pekerjaan dan review yang dilaksanakan.

REVIEW ATAS KERTAS KERJA
Review atas kertas kerja dalam suatu kantor akuntan publik dilakukan dalam berbagai tingkatan:
1.      Tingkat pertama dilakukan oleh supervisor dari penyusun, seperti atasan atau manajernya. Review ini dilakukan apabila pekerjaan atas suatu bagian audit tertentu telah selesai dikerjakan. Review terutama ditekankan pada pekerjaan apa yang dilakukan, bukti yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai oleh pembuat kertas kerja.
2.      Kedua dilakukan atas kertas kerja apabila seluruh pekerjaan lapangan telah selesai dikerjakan.

PENGARSIPAN KERTAS KERJA
Kertas kerja diarsipkan menjadi 2 yaitu :
§  File permanen : berisi data yang diharapkan dapat bermanfaat bagi auditor dalam banyak perikatan dengan klien di masa mendatang.
§  File tahun berjalan : berisi informasi penguat yang berkenaan dengan pelaksanaan program audit tahun berjalan saja.

Hal-hal yang biasanya dimasukkan ke dalam arsip permanen dalah :
-  Salinan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga klien.
-  Kode rekening dan buku pedoman prosedur.
-  Bagan akun dan manual atau pedoman prosedur.
-  Struktur organisasi.
-  Tata letak pabrik, proses produksi, dan produk-produk utama.
-  Ketentuan-ketentuan dalam modal saham dan penerbitan obligasi.
- Salinan kontrak jangka panjang, seperti sewa guna usaha, rencana pensiun, perjanjian pembagian laba dan bonus.
-  Skedul amortisasi kewajiban jangka panjang serta penyusutan aktiva pabrik.
-  Ringkasan prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan oleh klien.

KEPEMILIKAN DAN PENYIMPANAN KERTAS KERJA
Kertas kerja menjadi milik kantor akuntan, bukan milik klien atau pribadi auditor. Namun hak kepemilikan masih tunduk pada pembatasan-pembatasan yang diatur dalam kode etik profesi auditor itu sendiri. Peraturan 301, code of professional conduct dari AICPA menentukan bahwa seorang CPA dilarang untuk mengungkapkan setiap informasi rahasia yang diperoleh selama pelaksanaan penugasan profesional tanpa seizin klien, kecuali untuk kondisi tertentu sebagaimana ditetapkan dalam peraturan.
Penyimpanan kertas kerja terletak pada tangan auditor, di mana ia bertanggung jawab untuk menyimpannya dengan aman.




0 comments: (+add yours?)

Post a Comment

Cool Blue Outer Glow Pointer