SOFT SKILL



      Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya. Namun , softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.
Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal.  
     Dalam Tim atau organisasi yang berhasil sukses, hampir bisa dipastikan ada pemimpin yang hebat di situ. begitu menariknya kita mendengarkan bagaimana pemimpin tersebut bisa menginspirasi, sehingga kita sesungguhnya tidak pernah kehabisan bahan untuk belajar dan berbagi "succes stories" yang telah dilakukan.

    Hal yang kerap membat kita tercengang adalah melihat kapasitas total seorang pemimpin sukses dibandigkan kapasitas fisiknya. fisik bisa menjamin suksesnya seorang untuk menjadi pemimpin ? tidak mungkinkan. semua orang pandai, memiliki teknis yang hebat / "hard skill" yang kuat, tetapi tidak satupun yang tidak menyatakan bahwa mentalitas dan kebesaran jiwa lah yang menyebabkan mereka survive. keterbatasan fisik tidak akan pernah dijadikan alasan untuk mengahalangi keberhasilan. Dalam berbagai cerita banyak sekali pemimpin yang mempunyai cerita kesuksesannya dalam memimpin suatu tim atau organisasi. pemimpin tersebut pasti selalu mengedepankan "soft skill" sebagai modal untuk bisa bekerja efektif, melampaui keadaan yang menekan, dan menghadapi segala hambatan yang ada serta dapat memegang semua staffnya dengan baik. 
    
    Tanda Kematangan
    "I can help make this work" adalah sikap pemimpin yang baik. dengan mempertimbangkan segala sumber daya yang ada, office politics, serta segala agenda yang ada pemimpin dapat menjalankan perannya sebagai pemimpin. 
    kesuksesan dalam memimpin sama sekali tidak terletak pada bagaimana mendapatkan jawaban yang tepat, tetapi lebih pada memasikan gerak roda organisasi yang lancar.


    Kepekaan dan Respons
    Banyak orang yang jika di tunjuk sebagai pemimpin maka akan langsung berpikir "apakah saya dapat melakukananya ?". pada saat itulah orang tersebut mulai "invalid", bahkan mematikan tombol inisiatifnya. Sebaliknya, keinginan untuk mencoba lebih baik adalah tanda awal yang positif. Dengan sikap mental yang seperti ini, kita pasti tidak keberatan menolong orang lain, berusa menyelesaikan tugas dengan dengan lebih cepat, mengembangkan hubungan interpersonal dan kerja tim yang lebih baik. Jadi kekuatan bersikap positif, optismis, dan percaya diri bukan sekedar bumbu kehidupan bekerja, tetapi menjadi sumber kekuatan untuk berprestasi.


   Untuk itu selalu terimalah segala peluang, setiap "opporturnity" yang datang dengan sikap positif, optimis dan percaya diri bahwa kita pasti dapat menyelesaikannya dengan baik dan sukses. tidak dengan megerjakannya sendiri tetapi bersam tim yang kita pimpin sehingga kita harus bisa memengang atau merangkul semua staff dalam sebuah tim agar pekerjaan yang terlihat besar dan sulit dapat diselesaikan dengan baik dan sempurna.



0 comments: (+add yours?)

Post a Comment

Cool Blue Outer Glow Pointer