RESIKO AUDIT

0 comments


Resiko audit adalah adanya ketidakpastian tentang kompetensi bukti, ketidakpastian tentang evektivitas dali pengendalian intern yang dimiliki klien, serta ketidakpastian tentang kebenaran dan kewajaran penyajian laporan keuangan. Konsep keseluruhan audit mengenai resiko audit merupakan kebalikan dari konsep keyakinan yang memadai. Semakin tinggi kepastian yang ingin diperoleh audit dalam menyatakan pendapat yang benar, semakin rendah resiko audit yang akn diterima. Sedangkan jika 99% kepastian diinginkan, maka resiko audit adalah 1%,
Model Resiko Audit
       Model Resiko audit (Audit Risk Model) mengekspresikan hubungan antara komponen-komponen resiko audit sebagai berikut :
AR = IR × CR × DR
Simbol tersebut mewakili resiko audit, resiko bawaan (IR), resiko pengendalian (CR), dan resiko deteksi (DR), secara berurutan.

MATERIALITAS AUDIT

2 comments


Menurut Financial Accounting Standards Board mendefinisikan materialitas adalah besarnya nilai penghapusan atau kesalahan penyajian informasi keuangan yang dalam hubungan dengan sejumlah situasi yang melingkupinya membuat hal itu memiliki kemungkinan besar bahwa pertimbangan yang dibuat oleh seorang yang mengandalkan informasi tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh penghapusan atau kesalahan penyajian tersebut.
Konsep Materialitas mengakui bahwa beberapa hal, baik secara individual atau keseluruhan, adalah penting bagi kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan standar akuntasi keuangan di Indonesia, sedangkan beberapa hal lainnya adalah tidak penting.
Laporan keuangan mengandung salah saji material apabila laporan keuangan tersebut mengandung salah saji yang dampaknya, secara individual atau keseluruhan, cukup signifikan sehingga dapat mengakibatkan laporan keuangan tidak disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia. Salah saji dapat terjadi akibat dari kekeliruan atau kecurangan.
Istilah kekeliruan berarti salah saji atau penghilangan yang tidak disengaja jumlahnya atau pngungkapan dalam laporan keuangan. Kekeliruan mencangkup :
1. Kesalahan dalam pengumpulan atau pengolahan data yang menjadi sumber penyusunan laporan keuangan.
2.  Estimasi akuntansi yang tidak masuk akal yang timbul dari kecerobohan.
3. Kekeliruan dalam penerapan prinsip akuntansi yang berkaitan dengan jumlah, klasifikasi, cara penyajian, atau pengungkapan.

MARI MENULIS DAN MEMBACA

0 comments


Kata Orang untuk bisa menjadi orang yang "Cerdas" haruslah sering-sering Membaca dan Menulis. Sebelumnya kita Harus membedakan "cerdas" dan "pandai",

Orang pandai bisa dibilang adalah orang yang memilki pemikiran yang masuk akal dan pengetahuan yang selalu kurang untuknya, oleh karena itu, ia selalu mengasah otaknya dengan belajar (karena ia selalu merasa ilmunya masih kurang). Untuk pemikiran, orang pintar biasanya saat berfikir ia kurang memikirkan yang dibelakang, ia hanya memikirkan apa yang terjadi didepannya. Sedangkan orang Cerdas adalah orang yang memiliki pemikiran yang sangat tajam dan memiliki rasa ingin tahu yang berlebihan. Pemikiran orang cerdas, selalu membuat orang yang mendengarnya menjadi bingung, karena saat dia memikirkan kedepannya, maka ia sudah memikirkan yang belakangnya.

Maka dari itulah untuk menjadi Orang yang cerdas dibutuhkan kesungguhan-sugguhan. Membaca dan menulis adalah syarat utama untuk menjadi orang yang cerdas. Dengan membaca kita dapat mengetahui berita-berita terkini yang sedang ada di lingkungan kita, dengan membaca kita juga dapat tahu apapun yang belum kita ketahui. masih banyak sekali buku yang ada di perpustakaan sekolah/kampus yang bisa kita pinjam dan kita baca. So.. saran dari saya sering-seringlah ke perpustakaan (padahal saya juga jarang kesana hahaha :D). Sedangkan dengan Menulis kita dapat memotivasi diri kita sendiri atau mengekspresikan pikiran kita kepada publik.

KERTAS KERJA AUDIT

1 comments



Dokumentasi bukti audit disediakan dalam kertas kerja SAS 41, PSA 15, dan kertas kerja (AU 339.03). menyebutkan bahwa kertas kerja adalah catatan yang disimpan oleh auditor tentang prosedur audit yang diterapkan, pengujian yang dilaksanakan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan tentang masalah yang dicapai dalam audit.
Kertas kerja terutama berfungsi untuk :
-       Menyediakan penunjang utama bagi laporan audit.
-       Membantu auditor dalam melaksanakan dan mensupervisi audit.
-       Menjadi bukti bahwa audit telah dilaksanakan sesuai dengan standar auditing.
Kertas kerja harus dirancang sesuai dengan kebutuhan pada setiap penugasan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor mengenai kuantitas, bentuk, dan isi kertas kerja untuk perikatan tertentu mencakup:
Sifat perikatan auditor
-          Sifat laporan auditor
-          Sifat laporan keuangan, daftar, dan keterangan yang perlu bagi auditor dalam pembuatan laporan.
-          Sifat dan kondisi catatan klien
-          Tingkat resiko pengendalian taksiran
-          Kebutuhan dalam keadaan tertentu untuk mengadakan supervisi dan review atas pekerjaan yang dilakukan para asisten.

STANDAR PENGENDALIAN MUTU (AUDIT)

0 comments


Pernyataan dalam Standar Pengendalian Mutu (SQCS) No.1, System Of Quality Control for a CPA Firm, mewajibkan kantor CPA memiliki system pengendalian mutu. SQCS No. 2 menunjukan adanya lima elemen pengendalian mutu yang harus dipertimbangkan oleh kantor CPA dalam membuat kebijakan pengendalian  mutu berikut prosedur untuk memberikan keyakinan yang memadai tentang kesesuaian dengan standar professional dalam melaksanakan jasa auditing, akuntansi, dan review. Aplikasi pengendalian mutu pada jasa-jasa lain seperti perpajakan dan konsultasi lebih bersifat sukarela. Lima Elemen yang dimaksud adalah  :
1.      Independensi, Integritas dan Objektivitas
Ditetapkan untuk meyakinkan bahwa personel :
-     Adalah independen terhadap klien ketika melaksanakan jasa atestasi.
-     Melaksanakan semua tanggung jawab professional dengan integritas dan objektivita.

BLACK PAPER

Cool Blue Outer Glow Pointer